Dalam salat terdapat banyak faidah dan manfaat yang tak bisa dihitung saking dari banyaknya. Di kala masalah mulai datang silih berganti, di saat arahmu kabur, waktumu sering teledor atau tidak disiplin. Maka masalah tersebut solusinya yaitu dengan salat. Bagaimana caranya? Berikut kami jelaskan.
1. Jadikan Sujudmu Tuk Mencurahkan Masalah.
Dunia yang sangat melelahkan memberi secercah harapan yang tidak nyata. Dengan segala ujian dan cobaan yang selalu menghiasinya. Maka, sujud adalah obatnya. Tahan sujud mu dan biarkan dirimu terlarut dalam tawajjuh pada Allah ﷻ. Lalu tumpahkan seluruh keluh kesahmu pada-Nya. Niscaya semua akan sirna. Karena waktu sujud adalah paling dekatnya seorang hamba dengan tuhannya. Sebagaimana yang disampaikan oleh Sahabat Abu Hurairah:
“أَقْرَبُ مَا يَكُوْنُ الْعَبْدُ إِلَى الله عَزَّ وَ جَلَّ إِذَا سَجَدَ فَأَكْثِرُوْا الدُّعَاءَ عِنْدَ ذَلِكَ”
2. Palingkan Kesibukanmu Dengan Salat
Dalam Putaran hari tiada pernah lekang atas pelbagai kesibukan dari beban yang menyibukkan diri. Cukuplah salat menjadi jeda untuk rehat dari bebanmu. Biarkan spritualmu bernafas setelah menyapa hal duniawi. Pasti disitu hatimu tenang kembali dan terasa lega. Lepas semua beban dan pikiran. Fokuskan semua pada salat yang kau kerjakan. Karena, menurut Imam Al-Ghazali dalam ihya’ nya menyatakan:
وَلَا يُلْهِى عَنِ الصَّلَاةِ إِلَّا الخَوَاطِرَ الوَارِدَةَ الشَّاغِلَةَ فَالدَّوَاءُ فِي إِحْضَارِ الْقَلْبِ هُوَ دَفْعُ تِلْكَ الخَوَاطِرِ
“Penyebab seseorang lalai dalam salatnya adalah rasa gelisah yang ada pada dirinya. Maka, ketenangan hati dapat diraih dengan menghilangkan gelisah itu.”
3. Resapi dan Renungi
Dalam salat terdapat bacaan-bacaan yang apabila diresapi maknanya akan mendatangkan ketenangan yang tiada duanya. Maka, resap dan renungilah semua itu dengan penuh khidmat. Kata Imam Al-Ghazali:
"أَنْ يَرُدَّ النَّفْسُ قَهْرًا إِلَى فَهْمِ مَا يَقْرَؤُهُ فِى الصَّلَاةِ"
“Hendaknya seseorang yang melaksanakan salat memaksakan dirinya untuk fokus memahami bacaan salatnya.”